Bagansiapiapi Rohil, Cyber Riau Nusantara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) terima Piagam Penghargaan serta Piala Kabupaten Layak Anak (KLA) yang di terima oleh Bupati Rohil Afrizal Sintong S.IP di serahkan PJ Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Rokan Hilir Wiwik Sita dan di dampingi para kabid dan staf di mess pemda Jalan Perwira Bagansiapiapi, Jum’at (18/8/2023).
Saat di konfirmasi awak media PJ kadis mengatakan, pada hari ini kita menyerahkan piala KLA kepada Bupati dan menyerahkan sertifikat yang di raih Kabupaten Rokan Hilir.

Ada pun penyerahan piala KLA, piagam dan sertifikat tersebut, Pemkab Rohil mendapatkan tingkat Pratama KLA, ini merupakan hasil evaluasi dari kabupaten yang memenuhi hak anak, baik itu di bidang integrasi anak dan sumber integrasi masyarakat serta usaha secara menyeluruh serta berkelanjutan.
Maksud dan tujuan program ini hanya untuk kegiatan menjamin hak anak dan perlindungan anak, jadi untuk tahun mendatang kami akan mengusahakan dari tingkat pratama akan naik setingkat lagi menjadi madya, kalau untuk naik menjadi madya kita harus memenuhi adanya peraturan Bupati mengenai KLA dan juga kita akan memasukan perda Kawasan Tampa Rokok (KTR) kemungkinan setelah selasianya perda KTR makan kita bisa meningkatkan pratama ke medya.
Untuk kedepannya kita dari Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Perlindungan Anak akan berusaha sekuat mungkin supaya perda KLA dan KTR segera mungkin kita relasisasi kedepannya, sehingga Kabupaten Rokan Hilir memperoleh nilai yang lebih tinggi lagi menjadi tingkat madya,”ungkap Kadis.
Kemudian tambah Kepala Bidang (Kabid) Tumbuh Kembang dan Perlindungan Anak Syafrina Skep. M.Si mengataka, jadi nanti untuk penyebutan evaluasi KLA ada mempunyai 24 indikator dari 5 klaster.
Klaster pertama, hak sipil dan kebebasan anak seperti bagaimana registrasi anak dan ketersediaan informasi layak anak dan persepasi anak.
Klaster kedua, kegiatan lingkungan keluarga dan pengasuh alternatif, bagai mana pencegahan perkawinan anak ada lembaga konsultasi keluarga dan bagai mana paud AHI standarisasi lembaga pengusaha anak alternatif dan juga infrastruktur yang ramah anak
Kelaster tiga, kesehatan dan kesejahteraan bagai mana persalinan nifaskes gizi balita dan pemberian makan untuk anak dan itu paskes ramah pelayanan anak serta lingkungan sehat termasuk air besih dan sanitasi ada juga KTR.
Kelaster empat, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta klaster lima tentang perlindungan anak, bagai mana anak dapat pendidikan yang wajar seperti 12 tahun, kemudian sekolah ramah anak serta fasilitas kegiatan budaya dan kreatifitas untuk anak.
Klaster kelima, perlindungan khusus anak apabila terjadi kekerasan terhadap anak dilingungi,”sebut Syafrina.
Kemudian penyerahan piala dan Piagam dari Gubernur Riau Sebagai Kabupaten dengan Kinerja terbaik I dalam penurunan angka prevalensi stunting sampai dengan 15% tahun 2023, Sertifikat Jambore Nasional Generasi Hijau 2023 dari Presiden Green Generator.